Recent Posts

Senin, 02 Desember 2013

Aku Rela Melepasmu



AKU RELA MELEPASMU
Karya: Amir Syarifudin

            Jika saat ini kamu mencintai orang lain maka cintailah dia sepenuh harimu.
Berawal dari pertemananku sama Rani, Kami berteman dari sejak lama. Setaip hari kami selalu pergi bersama, ke sekolah, ke mol, seneng-seneng. Kemanaoun kami selalu berdua, Kata orang sih kami ini udah kaya sepasang kekasih karena saking dekatnya. Padahal kan kami tuh cuma sekedar bersahabat.
Sekian masa sekian cerita, Rani bercerita kepadaku, Bisa di bilang curhat lah.

“ Dan, aku mau cerita nih sama kamu?”
“ mau cerita apa Ran?”
“ kamu kenal kan yang namanya Rian?”
“ iya kenal, kenapa emangnya Ran?”
“ engga, gak jadi deh”
“ masa gak jadi?”
“ eng ga papa”
“ kamu suka ya sama dia?”
“ ngarang aja kamu”

Aku tau betul gimana Rani, Dia pasti lagi jatuh cinta sama si Rian ( dalam fikirku).
Sebenarnya sih aku udah suka sama Rani sejak 5 bulan yang lalu, saat di dekat dia aku merasa nyaman. Aku akuin Rani itu anaknya emang cantik.
Biarkanlah rasa ini ku pendam, Aku gak mungkin nembak Rani, Karena Rani suka sama Rian.
Malam minggu pun tiba, Seperti biasa aku dan Rani biasanya pergi nonton. Kami selalu asyik berdua  tapi bukan pacaran, Maklum kami bersahabat sangat erat.
Di malam itu setelah nonton aku mengajak Rani untuk makan, Kami pun asyik bercerita.

“ Dan, kalo misalkan aku jadian sama Rian kamu setuju gak?”
“ gak tau deh”
“ yang bener napa jawabnya”
“ hmmmm…. Iya aku setuju”
(  dalam hati sih sebenarnya aku tidak setuju, karena aku suka Rani duluan)
 “ bener nih setuju? Ntar kamu marah lagi!
“ ngapain marah, lagian kamu udah kan ngejomblo?”
“ tapi si Rian belum juga nembak aku”
“ sabar aja dulu, belum waktunya mungkin!”
“ mungkin!”

Ternyata sahabat  yang selama ini aku suka, Ternyata mencintai orang lain.
Malam semakin larut kami pun bergegas pulang.
Hari itu hari senin pas jam istirahat, seperti biasa aku menunggu Rani di depan kelasnya untuk pergi ke kantin bersama, Tak lam Rani pun keluar kelas dan mengagetkanku dari belakang, aku menengok, Ternyata Rani bersama Rian.

“ hey…. Ngelamunn aja kamu”
“ ngagetin aja kamu Ran”
“ aku ada kabar gembira nih buat kamu”
“ apa Ran?”
“ aku sama Rian udah jadian loh”
“ oh, selamat kalo gitu”
“ ko expresinya biasa aja , kamu gak seneng ya aku jadian sama Rian?”
“ seneng ko seneng”
( meski dalam hatiku sebenarnya agak kecewa tapi aku mencoba tuk terlihat seneng, supaya Rani tidak curiga bahwa sebenarnya aku tuh suka sama dia)
“ aku sama Rian mau ke kantin nih, kamu mau ikut gak?”
“ gak ah Ran, kalian aja duluan”
“ bener nih gak mau bareng, yaudah aku duluan ya Dan”
“iya”

 Aku gak mau mengganggu mereka berdua, Semenjak Rani dan Rian jadian, aku agak menghindar dari Rani. Karena semakin hari aku mulai cemburu sama Rian. Semenjak itu pula kami jarang pergi berdua layaknya sahabat.
( mungkin sampai kapan pun rasa ini akan terus terpendam, dan  tak akan pernah bias ku ungkapkan)

“ Dani kemana ya, kamu tau gak Ian?”
“ aku juga gak tau, udah 7 hari dia gak keliatan di sekolah, coba aja ntar pulang sekolah kita kerumahnya”
“ boleh tuh”

Sudah 7 hari aku tidak masuk sekolah,, aku harus pergi ke bandung untuk di rawat. Sebenarnya Rani tidak tau bahwa aku menderita kanker separah ini. Sebelum aku pergi aku menitip surat kepada pembantuku untuk di berikan kepada Rani. Ku ungkapkan semua perasaanku kepada Rani lewat surat yang aku titipkan.

“ permisi Bi, Dani nya ada?”
“ gak ada Non”
“ kira-kira pergi kemana ya Bi? Udah 7 hari ini Dani gak masuk sekolah”
“ Non belum tau ya?”
“ emang kenapa Bi sama Dani?”
“ 3 hari yang lalu kan Den Dani pergi ke bandung Non untuk di rawat di rumah sakit, oh ya Non sebelum Den Dani pergi, Den Dani titip surat buat Non”
( sebelumnya aku minta maaf sama kamu, aku udah gak jujur sama kamu, sebenarnya aku mulai saying dan cinta sama kamu. Aku cemburu pada saat kamu deket Rian, dan sebenarnya ku juga agak kecewa kamu jadian sama Rian. Oh ya mungkin setelah kamu baca surat ini aku udah berada di alam yang berbeda karena kanker yang aku derita, sekali lagi maaf aku udah gak jujur sama kamu)
“ Bi kira-kira nama rumah sakit tempat Dani di rawat apa Bi?”
“ rumah sakit Mitra Harapan Non”
“ makasih ya bi”

Tak lama kemudian Rani pun pergi ke bandung untuk menemuiku. Sepanjang jalan Rani terus meneteskan air mata. Setibanya di rumah sakit Rani langsung pergi ke Ruangan ICU dimana aku di rawat.

“ Dan kenapa sih kamu gak jujur dari dulu sama aku?”
“ aku gak mau Ran, membuat kamu sedih, aku juga gak mau menggangu hubungan kamu sama Rian”
“ tapi kmu kan bias jujur sama aku”
“ udah kamu jangan sedih ya, ini emang sudah takdirku, mungkin gak lama lagi aku akan pergi jauh dari dunia ini”
“ kamu ngomong apa sih Dan, aku yakin kamu pasti bisa sembuh”
“ Ian aku titip Rani ya, jaga Dia, jangan sampai buat Dia menangis apa lagi sampai terluka”
“ ok Dan aku akan inget pesan kamu”
  udah ya Ran jangan sedih lagi”
“ selamat tinggal Ran Ian semoga kalian bahagia”

Air mata Rani semakin deras membasahi pipinya, seakan tak rela melihat kepergianku.
Kehendak tuhan tak bias di ubah, dan siapa kira seorang sahabat bisa begitu mencintai kita. Itulah realita cinta, kadang cinta tak selamanya harus memiliki dan kita harus siap jika suatu saat kita harus melepaskan Dia.


Sekian,

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More